The Hurt Locker (2008)

Deskripsi:
J.T. Sanborn (Anthony Mackie) dan Owen Eldridge (Brian Geraghty) adalah dua orang tentara dari kesatuan tim gegana yang bertugas di Irak pada tahun 2004. Mereka berdua bertugas menyisir area yang akan dilewati tentara Amerika untuk mencari ranjau yang kemungkinan ditanam oleh tentara Irak. Tugas tim ini bukanlah tugas yang mudah. Sanborn dan Eldrige tak boleh membuat kesalahan sekecil apa pun atau nyawa orang lain yang akan jadi korban. Itu terbukti ketika atasan mereka jadi korban dalam salah satu misi yang mereka lakukan. Namun kesadaran akan pentingnya ketelitian itu dengan segera menjadi sesuatu yang tak lagi diperlukan ketika tim ini mendapat pimpinan baru.
Tak seperti atasan sebelumnya, Sersan William James (Jeremy Renner) adalah seorang tentara yang ‘tak biasa’. James selalu melakukan tindakan yang menurut aturan standar militer adalah tindakan yang ceroboh dan tak bertanggung jawab.
James tak suka menggunakan robot untuk melumpuhkan ranjau dan lebih suka terjun langsung ke medan ranjau dan melumpuhkannya dengan tangan kosong. Sebagai bawahan, Sanborn dan Eldridge tak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti perintah atasan.
Bersama Mark Boal yang sempat menjadi penulis naskah film IN THE VALLEY OF ELAH Kathryn Bigelow, sang sutradara, mencoba mengungkap sisi lain dari perang dengan film berjudul THE HURT LOCKER ini. Mereka berdua mencoba melihat perang sebagai sesuatu yang adiktif dan bisa membuat orang kecanduan. Di sisi lain, Bigelow juga mempertontonkan bahwa dalam kondisi perang, kadang motivasi awal saat berangkat ke medan pertempuran sudah tak lagi jadi masalah. Yang ada hanya satu hal saja: bertahan hidup.
Struktur alur cerita film ini memerlukan konsentrasi tinggi karena nyaris tak ada plot yang jelas. Malahan bisa dibilang film ini adalah sekumpulan adegan yang menyorot para tokoh sentral dalam film ini. Tak ada jalan cerita yang jelas. Yang ada hanyalah pesan yang terselip di antara tiap-tiap adegan yang ditampilkan oleh film berdurasi 130 menit ini.
Bigelow juga mencoba tak berpihak pada salah satu kubu yang bertempur. Ia hanya berusaha menggambarkan kondisi para tokoh sentral film ini tanpa harus menjadikan film ini sebuah analisa psikologis. Ia hanya menggambarkan keadaan yang dialami sang karakter saat itu tanpa harus mundur ke belakang dan menyorot masa lalu tiap karakter.

Intinya, THE HURT LOCKER ini bukan sebuah hiburan santai. Aksi laga dan pertempuran hanya ada karena itu memang harus ada dan bukan sebuah adegan utama. Untuk menyebutnya sebuah hiburan pun agaknya kurang tepat. Jadi jika Anda tak benar-benar ingin melihat lebih dekat apa yang dialami para serdadu saat berada di medan perang, bisa jadi film lain akan lebih menarik untuk ditonton.

Download:

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: